Pelatihan Pengemasan Produk Bia Bun Sebagai Upaya Meningkatan Penjualan Bagi Pelaku Umkm Pantai Difur, Desa Labetawi, Kota Tual
Keywords:
Bia_Bun, Desa_Lebetawi, Kerang_Darah, Pantai_DifurAbstract
Pantai Difur merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kota Tual. Selain potensi alam dan pantai yang indah, pantai Difur memiliki daya tarik lainnya yaitu berupa makanan khastradisional yang dijajakan di kawasan pantai yaitu berupa Bia Bun, produk olahan dari kerang darah (Anadara antiquata). Kerang sebagai salah satu sumber protein hewani yang tergolong dalam Complete Protein, karena kadar asam amino yang tinggi. Keunikan dari Pantai Difur yaitu kerang bulu yang dijual merupakan kerang hasil panen petani lokal di sekitar wilayah pantai ketika kondisi pantai surut, yang kemudian kerang diolah menjadi bia bun, produk kuliner unggulan khas pantai Difur. Namun, selama ini penjualan produk bia bun dijual untuk ready to eat, konsumen hanya dapat menikmati menu bia bun dan olahan kuliner lainnya untuk makan di tempat disajikan dengan wadah piring plastik. Hal ini menjadi tantangan untuk membuat bia bun menjadi produk unggulan khas pantai Difur. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Ibu-Ibu UMKM usaha kuliner di Pantai Difur dengan mengolah kerang menjadi bia bun, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan design kemasan dan persyaratan labelling. Setelah produk siap dipasarkan, kemudian diberikan pelatihan pemasaran e-commerce menggunakan media sosial dan strategi bisnis pariwisata secara digital. Kegiatan pelatihan berhasil dilaksanakan dan mencapai tujuan yang ditetapkan yaitu Ibu-ibu pengelola UMKM Pantai Difur dapat mengemas dan membuat design kemasan sendiri. Produk bia bun juga dapat distandarisasi dengan mengetahui persyaratan labelling dan cara pengajuan label kemasan yang sesuai. Selain penyuluhan dan pelatihan yang telah dilakukan, untuk keberlanjutan program ini maka disediakan prasarana untuk mitra berupa berbagai macam jenis kemasan dan alat pengemas vakum. Hasil yang dicapai adalah adanya pengetahuan terkait kemasan, labelling, pemasaran e-commerce menggnakan media sosial dan strategi bisnis pariwisata. Selain itu, hasil kemasan dan label pada produk bia bun tersebut dapat meningkatkan daya jual dan daya saing bia bun menjadi produk oleh-oleh kuliner Desa Labetawi.