Studi Kelayakan Usaha Perikanan Tangkap Dengan Berbagai Alat Tangkap Di Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Keywords:
Studi_Kelayakan, Perikanan_Tangkap, Kepulauan_TanimbarAbstract
Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran jelas alat tangkap yang digunakan, mengetahui tingkat pendapatan dan peran usaha perikanan tangkap dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan kelayakan usaha perikanan tangkap untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. Penentuan daerah sampel dilakukan secara sengaja (purposive). Responden adalah nelayan pemilik kapal (juragan). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan biaya total yang dikeluarkan per trip per tahun masing-masing alat tangkap adalah jaring sebesar Rp.98.280.000, pancing berjumlah Rp.130.680.000, panah berjumlah Rp.64.020.000. Sedangkan penerimaan yang diperoleh dari jaring berjumlah Rp.66.360.000, pancing berjumlah Rp.78.000.000, dan panah berjumlah Rp.44.400.000. Dengan demikian rata-rata alat tangkap tidak memberikan keuntungan. Usaha penangkapan berdasarkan alat tangkap belum efisien yang ditunjukkan dengan R/C rasio lebih kecil atau >1 untuk seluruh alat tangkap. Rata-rata nilai IRR adalah sebesar 10 %. Nilai Internal Rate of Return (IRR) tersebut lebih kecil dari discount factor yaitu 12 % jadi usaha penangkapan ini tidak layak untuk diteruskan. Rata-rata nilai NPV adalah bernilai negatif, sehingga usaha penangkapan ikan ini tidak layak untuk diteruskan. Perhitungan Pay Back Period menunjukkan waktu pengembalian investasi rata- rata adalah negatif sehingga usaha ini akan mengalami kesulitan dalam pengembalian modal. Analisis titik impas atau Break Even Point (BEP) rata-rata menunjukkan nilai negatif, sehingga usaha ini dianggap cenderung rugi karena tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pengembalian modal.